Ramli Suryana lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil di Kalimantan Tengah. Hidup dalam keluarga sederhana membuat Ramli menyadari pentingnya kerja keras. Sejak usia muda, ia terbiasa membantu orang tuanya mengurus kebun dan melihat para peternak di lingkungan sekitarnya. Namun, saat remaja, Ramli mulai bermimpi membangun usaha peternakan sendiri yang dapat berkembang lebih besar dari sekadar usaha lokal.
Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah, Ramli memilih fokus pada bidang peternakan. Tidak banyak modal yang ia miliki, namun ketekunan dan keinginannya untuk belajar membuat Ramli aktif mencari informasi, mengikuti pelatihan-pelatihan, dan bahkan menemui peternak sukses lainnya untuk meminta masukan serta saran.
Tahun 2009 menjadi awal Ramli mendirikan Peternakan Ramli di sebuah lahan seluas 2 hektar. Mulanya ia hanya memelihara 10 ekor sapi lokal, menggunakan modal dari tabungan serta pinjaman kecil dari koperasi desa. Ramli berkomitmen untuk menerapkan sistem pemeliharaan yang bersih, teratur, serta memprioritaskan kesehatan hewan ternak.
Kesulitan memang sering datang, terutama dalam hal pakan dan perawatan hewan, namun Ramli tidak mudah menyerah. Ia mulai mencari alternatif pakan lokal dan memanfaatkan limbah pertanian sekitar untuk menekan biaya operasional. Di tahun-tahun awal, pemasaran juga menjadi tantangan tersendiri. Namun Ramli mampu menjalin kerja sama dengan beberapa pasar tradisional dan rumah makan di kota terdekat.
Kesuksesan Peternakan Ramli tidak datang dengan instan. Ramli berusaha terus berinovasi dengan mengadopsi teknologi sederhana, seperti penyaringan air, pembibitan rumput untuk pakan, dan pengelolaan limbah menjadi pupuk organik. Peternakan Ramli juga mulai membangun kandang yang lebih modern untuk memastikan kenyamanan sapi dan kualitas produk.
Selain itu, Ramli sadar pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pekerja di peternakannya. Dengan mengadakan pelatihan internal, ia memastikan setiap pekerja memahami teknik pemeliharaan yang benar dan menerapkan standar kesehatan hewan. Keterbukaan Ramli terhadap masukan dari pemerintah daerah dan para ahli semakin memperkokoh fondasi usaha peternakannya.
Pada tahun 2014, Peternakan Ramli mulai memperluas usaha dengan membuka unit pemeliharaan kambing dan ayam. Diversifikasi ternak ini terbukti memberi dampak positif terhadap keamanan finansial usaha dan menawarkan produk yang lebih beragam kepada pasar.
Menjelang tahun 2020, Peternakan Ramli sudah memiliki lebih dari 150 ekor sapi, 200 ekor kambing, serta ribuan ayam petelur. Hasil ternak dipasarkan ke berbagai daerah di Kalimantan Tengah, bahkan hingga ke daerah pulau Jawa. Ramli memperoleh sejumlah penghargaan dari pemerintah daerah berkat inovasi pengelolaan peternakan serta kontribusinya dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Selain dikenal sebagai pengusaha peternakan, Ramli juga aktif berbagi ilmu melalui seminar dan pelatihan untuk peternak pemula. Ia mengajak masyarakat setempat agar berani memulai usaha peternakan meski dari skala kecil, dan selalu mengingatkan pentingnya ketekunan serta kejujuran. Kisah Ramli kerap menjadi inspirasi bagi anak muda di desa maupun kota setempat.
Ramli berpesan, “Jangan takut memulai, modal utama adalah kemauan dan kerja keras. Setiap usaha pasti melalui proses, yang penting kita bisa belajar dari kesalahan dan memperbaiki.”
Untuk menjawab tantangan zaman, Peternakan Ramli mulai memanfaatkan media sosial dan platform digital dalam memasarkan produk ternak. Ramli membangun website sederhana dan mengelola akun Instagram, sehingga pembeli di luar Kalimantan Tengah bisa mengenal dan memesan produk secara online. Inovasi ini membuat Peternakan Ramli semakin dikenal dan memperluas jangkauan pasar.
Ramli juga menggandeng petani lokal sebagai pemasok pakan ternak dan mendirikan koperasi kecil yang membantu modal para peternak lain. Dengan semangat berbagi, ia berharap semakin banyak pemuda desa yang bisa bergabung dan merasakan manfaat dari usaha peternakan.
Salah satu perhatian utama Ramli adalah menjaga kelestarian lingkungan sekitar peternakan. Ia memastikan limbah ternak tidak mencemari sungai atau lahan warga dengan mengolahnya menjadi pupuk organik. Peternakan Ramli juga menanam banyak pohon di sekitar area untuk menjaga udara tetap segar sekaligus menjadi sumber pakan alami. Hal ini mendapat apresiasi dari pemerintah dan komunitas lingkungan.
Dengan prinsip berkelanjutan, Ramli ingin memastikan usaha peternakan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberi dampak positif bagi alam dan masyarakat sekitar.
Ramli Suryana berharap Peternakan Ramli dapat terus berkembang dan menjadi role model bagi peternak lokal lainnya. “Saya ingin peternakan ini menjadi tempat belajar, tempat berkembang, dan tempat berkontribusi untuk Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Melihat perkembangan Peternakan Ramli, banyak pihak yang percaya bahwa sektor peternakan di Kalimantan Tengah memiliki masa depan cerah jika dikelola dengan prinsip inovasi, kejujuran, dan keberlanjutan seperti yang diterapkan Ramli Suryana.
Kisah sukses Ramli Suryana membuktikan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan rasa kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat, usaha peternakan dapat berkembang dan memberi dampak besar bagi daerah. Peternakan Ramli tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tetapi juga pusat inspirasi serta pemberdayaan masyarakat. Semoga kisah ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda dan para peternak di seluruh Indonesia untuk terus memajukan sektor pertanian dan peternakan dengan semangat yang tinggi.