Fransiska Tena bukanlah seorang pengusaha sejak awal. Wanita asal Kalimantan Tengah ini memulai perjalanan hidupnya sebagai seorang ibu rumah tangga biasa. Namun, semangat dan keinginannya untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mendorongnya untuk mencari peluang baru. Di tahun 2010, Fransiska mencoba menjalankan usaha kecil-kecilan yang bermula dari hobinya memelihara ayam kampung di pekarangan rumahnya.
Dengan modal seadanya, Fransiska memulai beternak ayam secara mandiri. Awalnya hanya beberapa ekor ayam yang dipelihara sebagai konsumsi keluarga. Namun ketika permintaan tetangga mulai meningkat, Fransiska menyadari peluang besar di dunia peternakan ayam. Dari sini lahirlah Peternakan Ayam Tena, yang kemudian menjadi inspirasi bagi banyak masyarakat di Kalimantan Tengah.
Memulai usaha peternakan ayam tentu tidak mudah. Fransiska menghadapi berbagai kendala; mulai dari keterbatasan modal, pengetahuan peternakan yang minim, hingga masalah pemasaran. Pada awalnya, ia mengalami beberapa kegagalan seperti kematian ayam karena penyakit dan kesulitan mendapatkan pakan yang berkualitas.
Tidak menyerah, Fransiska terus belajar dari berbagai sumber: mengikuti pelatihan peternakan, membaca buku, hingga berdiskusi dengan peternak yang lebih berpengalaman. Perlahan-lahan, ia membangun jejaring dan memperbaiki sistem pemeliharaan ayam di peternakannya.
Fransiska percaya bahwa kunci kesuksesan usaha adalah kedisiplinan, ketekunan, dan komitmen. Ia menerapkan beberapa strategi yang membuat Peternakan Ayam Tena semakin berkembang:
Setelah usahanya mulai mendapat kepercayaan dan peningkatan permintaan, Fransiska mulai memperluas skala peternakan. Awalnya hanya berkapasitas puluhan ekor ayam, kini Peternakan Ayam Tena telah berkembang hingga ribuan ekor ayam kampung dan broiler.
Fransiska tidak hanya berfokus pada produksi daging ayam, namun juga menjual telur ayam kampung. Peternakannya mulai dibantu dengan pekerja lokal, membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan sistem rotasi pemeliharaan dan perawatan yang baik, kualitas produk mulai diakui oleh pasar yang lebih luas hingga ke kota Palangkaraya dan sekitarnya.
Kisah Fransiska tidak hanya soal keuntungan finansial. Ia telah memberikan dampak sosial positif bagi desanya. Peternakan Ayam Tena membuka peluang kerja bagi ibu-ibu dan pemuda desa yang sebelumnya menganggur. Selain itu, Fransiska aktif membagikan ilmu beternak melalui program pelatihan dasar peternakan ayam.
Fransiska sering jadi narasumber dalam acara komunitas peternak lokal dan festival pangan di Kalimantan Tengah. Ia mendukung pemberdayaan perempuan di sektor agribisnis dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak takut bermimpi dan berwirausaha.
Untuk menghadapi tantangan era digital, Fransiska mulai menerapkan inovasi. Ia mengembangkan pemasaran dengan media online, serta menyediakan produk ayam organik dengan pakan alami tanpa bahan kimia. Peternakan Ayam Tena kini menerima pesanan secara daring dan melakukan pengiriman ke beberapa kota besar.
Tidak hanya itu, Fransiska juga melakukan riset sederhana di peternakannya untuk meningkatkan produktivitas ayam dan mengatasi masalah penyakit. Ia percaya bahwa adaptasi terhadap kebutuhan pasar dan teknologi adalah kunci bertahan di tengah persaingan.
Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, Fransiska Tena telah menerima sejumlah penghargaan dari pemerintah daerah dan lembaga swasta. Salah satu prestasi penting adalah menjadi finalis “Pengusaha Wanita Inspiratif Kalimantan Tengah” serta “Peternak Berprestasi Tahun 2023.” Pengakuan ini semakin memperkuat motivasi Fransiska untuk mengembangkan peternakan ayam dan menjadi contoh nyata bagi masyarakat.
Peternakan Ayam Tena turut aktif dalam program CSR, seperti donasi ayam dan telur untuk panti asuhan dan kegiatan sosial. Dengan kolaborasi bersama pemerintah, Fransiska membantu pengembangan peternakan ayam di desa-desa terpencil agar dapat mandiri secara ekonomi.
Fransiska membagikan beberapa tips penting bagi siapa saja yang ingin memulai usaha peternakan atau agribisnis:
Dengan prinsip-prinsip di atas, Fransiska mampu membuktikan bahwa usaha peternakan ayam bisa menjadi jalan menuju kesuksesan dan kesejahteraan keluarga.
Fransiska berharap Peternakan Ayam Tena dapat menjadi pusat pelatihan peternak muda di Kalimantan Tengah, serta meningkatkan kualitas produk ayam kampung lokal agar bersaing secara nasional. Ia terus berupaya mengembangkan rantai distribusi, memperluas kerjasama dengan rumah makan dan pasar modern, serta menciptakan produk turunan seperti nugget ayam kampung dan telur organik.
Dengan semangat pantang menyerah, Fransiska yakin bahwa peternakan ayam tidak hanya sebagai sumber ekonomi, tapi juga sebagai solusi pangan sehat bagi masyarakat Indonesia.
Kisah sukses Fransiska Tena dan Peternakan Ayam Tena adalah bukti bahwa dengan kerja keras, disiplin, serta inovasi, siapa pun bisa meraih cita-cita. Dari usaha kecil di pekarangan rumah, kini Peternakan Ayam Tena telah menjadi inspirasi dan pendorong perubahan positif bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Semoga kisah Fransiska dapat menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi kesejahteraan bersama.