Di tengah riuhnya persaingan usaha kuliner di Indonesia, kisah inspiratif datang dari seorang perempuan tangguh asal Kalimantan Tengah, Nia Setyawati. Dengan kegigihan dan semangat pantang menyerah, ia berhasil membangun dan mengembangkan Kedai Susu Nia hingga menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya. Perjalanan Nia dalam membesarkan brand kedai susunya tidak hanya menjadi cerminan keberhasilan usaha mikro, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang, khususnya perempuan dan generasi muda di daerah tersebut.
Nia Setyawati lahir dan besar di keluarga sederhana di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Orangtuanya hanyalah petani karet dan kerap kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kesulitan itu tidak mematahkan semangat Nia untuk terus belajar dan mencari kesempatan yang lebih baik. Setelah menamatkan pendidikan SMA pada tahun 2007, Nia merantau ke Palangka Raya demi mendapatkan pekerjaan dan membantu ekonomi keluarga.
Pada awalnya, Nia bekerja serabutan: mulai dari menjadi penjaga warung, hingga karyawan toko pakaian. Namun penghasilan yang ia dapatkan sangat terbatas dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Di sela-sela pekerjaannya, Nia senang sekali mencoba berbagai resep minuman tradisional berbahan dasar susu segar, yang menurutnya sangat baik bagi kesehatan. Dari kesukaan inilah, ide mendirikan sebuah kedai susu mulai tumbuh dalam benaknya.
Tahun 2013 menjadi titik balik bagi Nia. Berbekal tabungan pribadi sebesar Rp2 juta hasil menyisihkan gaji selama dua tahun, Nia memberanikan diri membuka usaha kecil-kecilan. Ia menyewa kios kecil di pinggir Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya. Dengan peralatan sederhana dan papan bertuliskan “Kedai Susu Nia,” ia mulai berjualan susu segar murni yang diolah dengan berbagai varian rasa.
Pada saat memulai, Kedai Susu Nia hanya menawarkan tiga varian utama: susu murni original, susu jahe merah, dan susu cokelat. Ia juga menjual beberapa camilan lokal sebagai pelengkap. Semua produk ia racik sendiri dengan mengutamakan kualitas dan cita rasa yang khas. Walau omzet per hari masih sangat kecil, Nia pantang menyerah.
Tentu perjalanan usaha Nia tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami banyak kendala, antara lain:
Namun, Nia tidak pernah berhenti belajar. Ia rutin mengikuti pelatihan wirausaha dari lembaga setempat, berkonsultasi dengan pelaku bisnis lainnya, dan rajin membaca buku-buku pengembangan usaha. Dukungan keluarga dan teman juga menjadi modal berharga dalam menghadapi masa-masa sulit.
Seiring berjalannya waktu, Kedai Susu Nia mulai menarik perhatian masyarakat lokal karena rasanya yang lezat dan harga yang bersahabat. Tidak puas hanya sampai di sana, Nia memutar otak untuk terus berinovasi supaya usahanya bisa berkembang lebih pesat. Beberapa strategi penting yang ia terapkan antara lain:
Berkat upaya dan kerja keras tanpa henti, Kedai Susu Nia kini menjadi salah satu icon kuliner di Palangka Raya. Dalam satu hari, kedai ini bisa menjual rata-rata 200 gelas susu berbagai varian, kerja sama dengan belasan peternak lokal, dan telah membuka cabang di dua lokasi berbeda di kota tersebut.
Sejumlah penghargaan pun pernah diraih Nia Setyawati, di antaranya:
Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, Nia juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga dan remaja, dengan merekrut mereka sebagai karyawan atau mitra usaha.
Selain fokus mengembangkan bisnis, Nia Setyawati juga membentuk komunitas “Susu Sehat Kalimantan” yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi susu segar. Ia rutin mengadakan kelas gratis, seminar, dan bakti sosial seperti membagikan susu untuk anak-anak di panti asuhan serta balita kurang gizi di pelosok desa.
Melalui komunitas ini, Nia berharap mampu menularkan semangat wirausaha serta membangun kesadaran tentang gaya hidup sehat di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.
Dalam banyak kesempatan berbagi pengalaman, Nia selalu menekankan beberapa prinsip kunci yang membantunya meraih kesuksesan:
Kisah Nia Setyawati dan perjalanan Kedai Susu Nia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Kerja keras, pantang menyerah, dan keinginan kuat untuk terus belajar telah mengantarnya menjadi salah satu pelaku usaha sukses di Kalimantan Tengah. Di balik setiap segelas susu yang tersaji, terdapat cerita, perjuangan, serta harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Kisah inspiratif ini hendaknya menjadi motivasi bagi siapa saja yang ingin memulai usaha, apapun latar belakang dan keterbatasan yang dimiliki. Seperti kata Nia, “Jika kita mau berjuang, selalu ada jalan menuju keberhasilan.”