Kisah inspiratif Hasan Basri berawal dari kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pria kelahiran tahun 1985 ini tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana. Hasan Basri sejak kecil sudah terbiasa membantu orang tuanya dalam berbagai aktivitas rumah tangga. Bakat memasak dan membuat kue mulai terlihat saat ia duduk di bangku SMA, di mana ia membantu ibunya membuat aneka kue untuk dijual di sekitar rumah. Dari pengalaman itulah, bibit kecintaan pada dunia pastry mulai tumbuh.
Lulus SMA, Hasan Basri sempat bekerja di beberapa tempat, namun passion dalam dunia kuliner terus memanggilnya. Pada tahun 2013, ia memberanikan diri membuka usaha kecil-kecilan di garasi rumah. Ia memulai dengan memproduksi kue lapis, brownies, dan cake sederhana. Berbekal resep turun-temurun ibunya dan keberanian dalam berinovasi, Hasan Basri memberi nama usahanya “Hasan Cake House.”
Pada awal perjalanan Hasan Cake House, tantangan utama adalah keterbatasan modal dan peralatan. Bahkan oven yang digunakan adalah oven pinjaman dari tetangga. Namun Hasan Basri tidak kenal menyerah. Ia memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produknya. Melalui Facebook dan WhatsApp, ia menawarkan kue buatannya ke kerabat dan teman-teman. Hari demi hari, kualitas dan rasa kue yang lezat menarik perhatian lebih banyak pelanggan.
Perlahan, permintaan meningkat. Hasan Basri mulai mempekerjakan satu karyawan untuk membantu produksi. Ia juga memperluas varian produk, termasuk cake ulang tahun, snack box, dan kue tradisional khas Kalimantan Tengah. Kepercayaan pelanggan pun tumbuh karena kualitas, kebersihan, dan pelayanan yang ramah. Hasan Cake House menjadi semakin dikenal, terutama setelah berpartisipasi dalam bazar kuliner di kota Palangka Raya.
Hasan Basri percaya bahwa inovasi adalah kunci sukses. Ia selalu mencoba resep baru dan menyajikan kreasi kue yang unik. Salah satu inovasi Hasan Cake House adalah “Lapis Madu Dayak,” kue lapis dengan bahan madu asli dari pedalaman Kalimantan, yang menjadi favorit para pelanggan. Selain itu, Hasan Basri juga memperkenalkan “Brownies Kukus Cempedak,” brownies berbahan buah lokal cempedak, menghadirkan cita rasa yang khas.
Dalam mengembangkan bisnis, Hasan Basri tidak lupa pentingnya pemasaran. Ia rajin memposting produk di media sosial dan mengadakan promo menarik, misalnya “Beli 2 Gratis 1” saat hari ulang tahun Hasan Cake House. Kerja sama dengan jasa kurir lokal juga membuat distribusi produk lebih mudah, bahkan melayani pengiriman ke beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah.
Kisah Hasan Basri dan Hasan Cake House telah menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha muda di Kalimantan Tengah. Semangat pantang menyerah, kegigihan dalam menghadapi kesulitan, dan kreatifitas dalam berinovasi adalah teladan nyata. Hasan Basri sering diundang sebagai pembicara dalam seminar UMKM di beberapa kampus dan komunitas bisnis. Ia selalu membagikan tips tentang pentingnya fokus pada kualitas produk dan pelayanan pelanggan.
Sepanjang perjalanan, Hasan Cake House telah memperoleh berbagai penghargaan. Pada tahun 2020, Hasan Basri mendapatkan “Penghargaan UMKM Kreatif Kalimantan Tengah” dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Selain itu, produknya juga pernah terpilih sebagai salah satu kue terbaik dalam Festival Kuliner Nasional. Setiap penghargaan yang diterima menjadi motivasi bagi Hasan Basri untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas usahanya.
Keberhasilan Hasan Basri tidak terlepas dari kerja keras tim. Ia selalu mengutamakan komunikasi dan kebersamaan antar karyawan. “Saya percaya, usaha ini bukan hanya milik saya, tapi juga milik semua yang bekerja di dalamnya,” ujar Hasan Basri. Hal ini membawa suasana kerja yang positif, sehingga para karyawan betah dan termotivasi untuk memberi pelayanan terbaik.
Uniknya, Hasan Basri mampu membuktikan ketahanannya di masa pandemi Covid-19. Saat pandemi, permintaan turun karena pembatasan aktivitas, namun ia cepat beradaptasi. Hasan Cake House membuat layanan pemesanan kue secara online dan memperkenalkan sistem pembayaran cashless. Ia juga menambahkan layanan premium, yaitu custom cake delivery untuk ulang tahun, pernikahan, dan acara khusus. Langkah ini efektif menjaga keberlangsungan bisnis selama masa sulit.
Di balik kesuksesan bisnis, Hasan Basri juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia rutin membagikan paket kue kepada anak-anak yatim dan panti jompo di Palangka Raya. Hasan Cake House juga menggalakkan penggunaan kemasan ramah lingkungan, mengurangi plastik, dan beralih ke packaging berbahan kertas atau bambu. Komitmen ini tidak hanya membawa manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan citra positif usaha di mata masyarakat.
Hasan Basri terus bermimpi besar. “Saya ingin Hasan Cake House menjadi brand kue asli Kalimantan Tengah yang dikenal secara nasional,” tuturnya. Untuk itu, ia mulai merintis toko cabang di kota Sampit dan Pangkalan Bun. Selain itu, Hasan Basri berencana mengembangkan varian kue dalam kemasan yang siap dikirim ke seluruh Indonesia, memperkuat pemasaran online, serta meningkatkan sistem produksi agar tetap menjaga kualitas.
Hasan Basri juga ingin menjadi mentor bagi pengusaha UMKM lain. Lewat pelatihan dan sharing session bersama pelaku bisnis muda, ia berupaya menularkan semangat dan ilmu agar lebih banyak generasi muda berani berwirausaha. “Kunci sukses adalah kerja keras, inovasi, dan tidak takut gagal,” pesan Hasan Basri di setiap sesi motivasi.
Kisah Hasan Basri dan Hasan Cake House di Kalimantan Tengah adalah bukti nyata bahwa keberhasilan bisa diraih dari kerja keras, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang. Dari hanya sebuah garasi sederhana, kini Hasan Cake House menjadi salah satu toko kue terkenal dan terpercaya di Kalimantan Tengah. Perjalanan bisnis Hasan Basri adalah inspirasi bagi setiap orang yang ingin membangun usaha dari nol, membuktikan bahwa mimpi bisa diwujudkan melalui dedikasi dan semangat tanpa menyerah. Hasan Basri membuktikan, dengan langkah yang tepat, usaha kuliner lokal bisa berkembang dan memperkuat perekonomian daerah.