Hanifah Dewi adalah seorang perempuan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui usaha kecil sekalipun. Lahir dalam keluarga sederhana, Hanifah tumbuh dengan melihat ibunya membuat kue tradisional setiap pagi. Dari sanalah ia mengenal berbagai kue basah khas Kalimantan Tengah, seperti apam, kue talam, onde-onde, dan risoles.
Setelah lulus sekolah menengah, Hanifah sempat bekerja sebagai pegawai administrasi di sebuah toko. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang menantang membuat ia mencari cara lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Ia kembali pada keahlian masa kecilnya—membuat kue basah. Dengan modal awal hanya Rp150.000 dan alat sederhana, Hanifah mulai menjual kue basah buatannya ke tetangga dan pasar tradisional.
Melihat antusiasme masyarakat terhadap kue basahnya, pada tahun 2014 Hanifah mendirikan merek dagang "Hanifah Kue Basah". Ia berkomitmen menjaga cita rasa otentik, menggunakan resep warisan keluarga, dan bahan-bahan berkualitas. Lambat laun, Hanifah mempekerjakan beberapa ibu rumah tangga lokal untuk membantu produksi, sekaligus memberdayakan komunitas sekitarnya.
Hanifah tidak hanya membuat kue tradisional, tetapi juga berinovasi dengan varian rasa dan tampilan. Ia menciptakan kue basah dengan sentuhan modern, misalnya apam pandan dengan topping srikaya, atau onde-onde dengan isi durian asli. Selain itu, ia mulai memasarkan produknya melalui media sosial dan aplikasi pesan antar makanan, sehingga jangkauan penjualannya makin luas.
Pada tahun 2018, Hanifah mengikuti pelatihan digital marketing yang diadakan oleh Dinas Koperasi setempat. Ia pun membuat akun Instagram dan Facebook "Hanifah Kue Basah", membagikan foto-foto kue, jenis produk, serta testimoni pelanggan. Strategi pemasaran ini membuahkan hasil signifikan—pesanan kue basah untuk acara pernikahan, arisan, hingga kantor-kantor meningkat pesat.
Berkat dedikasi dan kegigihan, Hanifah Dewi berhasil mendapatkan penghargaan dari Dinas UMKM Kalimantan Tengah sebagai "Pelaku Usaha Mikro Berprestasi" pada tahun 2021. Produk kue basah yang awalnya hanya dijual di pasar lokal, kini telah menjadi oleh-oleh khas Palangkaraya yang diminati wisatawan dari berbagai daerah, bahkan telah dikirim ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.
Hanifah Dewi juga sering diundang menjadi narasumber dalam seminar kewirausahaan perempuan dan pelatihan pembuatan kue. Ia membagikan pengalamannya tentang membangun usaha dari nol, pentingnya memperkuat brand lokal, dan tips menjaga kualitas produk. Inspirasi yang ia tularkan mendorong generasi muda untuk memulai usaha sendiri dengan memanfaatkan potensi daerah.
Kehadiran "Hanifah Kue Basah" tidak hanya meningkatkan pendapatan Hanifah Dewi, tetapi juga memberikan lapangan kerja bagi para ibu rumah tangga di lingkungan sekitarnya. Banyak yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap kini dapat membantu keluarga dengan bekerja bersama Hanifah. Model kemitraan yang diterapkan memperkuat solidaritas dan semangat berbagi.
Usaha Hanifah juga mengangkat potensi kuliner lokal Kalimantan Tengah, memperkenalkan kekayaan rasa kue basah kepada masyarakat luar. Melalui program pelatihan singkat, Hanifah mendampingi warga yang ingin menjual kue di tempat lain, sehingga tercipta jejaring bisnis kecil berbasis komunitas.
Dalam setiap kesempatan, Hanifah Dewi selalu mengingatkan bahwa kunci sukses bukan sekadar modal besar atau teknologi canggih, melainkan kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Ia meyakini bahwa usaha kecil akan tumbuh jika dijalankan dengan hati dan komitmen nyata. Sosok Hanifah Dewi kini menjadi panutan banyak perempuan di Kalimantan Tengah dan menjadi inspirasi dalam membangun usaha berbasis tradisi.
Kisah sukses Hanifah Dewi dan Hanifah Kue Basah adalah bukti nyata bahwa makanan tradisional bisa menjadi peluang besar, jika dikelola dengan kreatif dan inovatif. Usaha yang dimulai dari dapur sederhana kini mampu merambah ke berbagai segmen pasar, membawa harum nama Kalimantan Tengah dalam dunia kuliner Indonesia.
Saat ini, Hanifah Dewi berencana membuka toko kue basah yang lebih modern di pusat kota Palangkaraya. Ia juga ingin memperluas pemasaran melalui kemitraan dengan toko oleh-oleh dan restoran di berbagai provinsi. Dengan semangat tumbuh bersama, Hanifah Dewi yakin produk kue basahnya akan semakin dikenal dan dicintai masyarakat luas.
Kisah Hanifah Dewi mengajarkan bahwa keberhasilan adalah proses yang membutuhkan kerja keras, inovasi, dan kepedulian terhadap sekitar. Hanifah Kue Basah bukan hanya merek dagang; ia adalah simbol perjuangan perempuan Kalimantan Tengah dalam mengembangkan potensi lokal menjadi prestasi yang membanggakan.