Dalam dunia bisnis busana muslim di Indonesia, nama Devina Irawan semakin dikenal sebagai pengusaha muda yang inovatif dan sukses melalui brand “Devina Hijab”. Berlokasi di Kalimantan Tengah, perjalanan sukses Devina bukanlah jalan yang mudah. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak perempuan Indonesia untuk berani memulai dan mengembangkan usaha, terlebih di area yang belum ramai seperti Palangkaraya dan sekitarnya.
Devina Irawan lahir dan besar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sejak kecil, ia sudah terbiasa melihat keluarganya berdagang di pasar. Namun, minatnya lebih tertuju pada dunia fashion, khususnya busana muslim yang saat itu belum populer di Kalimantan Tengah. Ia memulai usaha pada tahun 2016 dengan modal yang terbatas dan keinginan untuk membawa perubahan pada tren hijab lokal.
Devina mengetahui bahwa masyarakat Palangkaraya cenderung membeli hijab melalui online atau dari luar daerah. Karena itu, ia memutuskan untuk memproduksi sendiri dan menawarkan desain yang sesuai dengan karakter lokal serta harga yang terjangkau.
Dengan bermodal tabungan pribadi sejumlah lima juta rupiah dan bantuan dari keluarga, Devina mulai memproduksi hijab sederhana di rumahnya. Awalnya, ia menjual produk melalui media sosial dan marketplace. Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Pada tahun pertama, ia mengalami berbagai kendala seperti sulitnya mendapatkan bahan baku, minimnya pengetahuan tentang pemasaran digital, serta persepsi masyarakat yang lebih memilih produk dari Jawa atau Jakarta.
Namun, kegigihan dan inovasinya membuat Devina terus mencari solusi. Ia mulai membangun relasi dengan supplier kain di Bandung dan membentuk tim kecil yang terdiri dari ibu-ibu lokal untuk produksi. Dalam waktu singkat, Devina Hijab mulai dikenal karena kualitas, desain unik, serta pelayanan ramah.
Pada tahun 2018, usaha Devina sempat mengalami penurunan. Hal ini disebabkan perubahan tren fashion dan persaingan dari produk luar. Tidak putus asa, Devina melakukan riset pasar kecil-kecilan, menanyakan langsung ke pelanggan setia tentang kebutuhan mereka. Ternyata, masyarakat Kalimantan Tengah membutuhkan busana muslim yang nyaman, sesuai iklim tropis, dan tetap stylish.
Dari hasil riset tersebut, Devina akhirnya meluncurkan seri “Larasati”, hijab dengan bahan premium, motif khas Dayak, dan warna-warna lembut. Koleksi ini langsung mendapat respon positif dan menjadi viral di kalangan wanita muda Palangkaraya. Ia juga membuat video tutorial hijab di Instagram dan mengadakan bazar offline di komunitas muslim perempuan, yang membuka peluang brand-nya semakin dikenal.
Tahun 2019 menjadi titik balik bagi Devina Hijab. Dengan pengelolaan pemasaran digital yang lebih profesional dan kolaborasi dengan desainer lokal, Devina Hijab mengalami peningkatan pesat. Produk dijual tidak hanya di Kalimantan Tengah, tetapi juga sampai ke Samarinda, Banjarmasin, hingga Jakarta. Ia memperkenalkan sistem reseller dan dropshipper, sehingga peluang kerja bagi perempuan lokal semakin terbuka lebar.
Salah satu keunikan dari perjalanan bisnis Devina Irawan adalah komitmennya untuk melibatkan perempuan lokal dalam produksi. Devina merekrut ibu-ibu dan remaja putri di sekitar Palangkaraya sebagai bagian dari tim produksi dan pemasaran. Ia mengadakan pelatihan keterampilan menjahit, pemilihan bahan, dan teknik pemasaran digital. Dengan demikian, selain membantu peningkatan ekonomi keluarga, mereka juga mendapatkan percaya diri dan keterampilan baru.
Hingga kini, Devina Hijab telah memiliki lebih dari 60 mitra produksi dan 120 reseller aktif yang tersebar di Kalimantan dan luar daerah. Brand ini tidak hanya terkenal dengan produk, tetapi juga dengan nilai sosial dan edukasi bagi perempuan.
Devina Irawan berharap suatu hari nanti, produk hijab Kalimantan Tengah bisa menjadi tren nasional dan mengangkat budaya lokal melalui fashion. Visi utamanya adalah pemberdayaan perempuan, mengembangkan kapasitas dan membuka akses kerja baru bagi masyarakat di daerah. Devina juga terus memperbaiki kualitas produk, desain, dan pelayanan demi kepuasan pelanggan.
Ia percaya bahwa dengan semangat, inovasi, dan kolaborasi lokal, mimpi besar dapat tercapai. Kisah Devina Irawan dan Devina Hijab menjadi bukti nyata, bahwa kekuatan perempuan muda mampu mengubah tantangan menjadi peluang dan membawa perubahan di lingkungan, bahkan membawa nama Kalimantan Tengah di kancah nasional.
Kisah Devina Irawan adalah inspirasi bagi banyak anak muda, khususnya perempuan, untuk tidak takut bermimpi dan memulai usaha meskipun dengan modal terbatas. Selain keberanian, Devina menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan keinginan untuk terus belajar.
Melalui Devina Hijab, ia membuktikan bahwa bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang pemberdayaan dan dampak positif bagi komunitas. Kini, Devina sering diundang sebagai pembicara seminar, motivator, dan mentor bisnis di Kalimantan.
Kisah sukses Devina Irawan dan Devina Hijab di Kalimantan Tengah bukan sekadar cerita bisnis, melainkan tentang misi personal dan sosial yang mampu menginspirasi generasi muda. Dengan kerja keras, inovasi, dan semangat pantang menyerah, Devina Irawan telah menorehkan sejarah bagi pemberdayaan perempuan dan perkembangan fashion muslim di Kalimantan.
Kini, Devina Hijab menjadi brand yang diperhitungkan dan dicintai banyak orang, menambah warna bagi dunia busana muslim di Indonesia, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa perempuan muda dari daerah pun bisa membawa perubahan besar.