Di tengah maraknya usaha kuliner di Indonesia, ada kisah inspiratif dari dua wanita tangguh asal Kalimantan Tengah yang berhasil menorehkan prestasi di bidang usaha makanan rumahan. Mereka adalah Anisah Nur dan Anisah Kue, dua pengusaha perempuan yang mengubah tantangan menjadi peluang emas melalui kisah suksesnya membangun bisnis kue tradisional khas Kalimantan Tengah yang kini terkenal hingga keluar daerah.
Kisah sukses ini bermula dari sebuah dapur sederhana di kota Palangka Raya. Anisah Nur, seorang ibu rumah tangga yang gemar memasak, melihat peluang dari kegemarannya membuat kue basah dan kue kering untuk keluarga. Bersama adiknya, Anisah Kue, mereka mulai memperkenalkan kue hasil buatan sendiri kepada tetangga dan teman lingkungan sekitar.
Modal awal yang terbatas tidak menyurutkan semangat mereka. Dengan menggunakan alat-alat sederhana, mereka mulai menerima pesanan kue untuk acara kecil seperti arisan, pengajian, dan ulang tahun. Keuletan dan konsistensi rasa membuat kue-kue mereka mulai dikenal, sehingga permintaan secara bertahap meningkat.
Di masa pandemi COVID-19, banyak usaha kuliner yang gulung tikar. Namun, Anisah Nur dan Anisah Kue justru melihat momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk berinovasi. Mereka memanfaatkan media sosial, seperti Facebook dan WhatsApp, untuk memperluas jangkauan dan menawarkan layanan delivery gratis di dalam kota.
Salah satu strategi yang menarik adalah menciptakan kue-kue dengan sentuhan khas Kalimantan Tengah, seperti kue Wadai Karamel, Wadai Apam, Roti Pisang Khas Dayak, hingga berbagai kue lapis warna-warni. Inovasi ini membuat mereka semakin diminati, tidak hanya oleh warga lokal tetapi juga pelanggan dari luar daerah.
Nama “Anisah Kue” dipilih sebagai merek dagang untuk membedakan usaha mereka dengan penjual kue lainnya. Logo bergambar wanita berhijab dengan warna hijau cerah menjadi ciri khas produk mereka. Setiap kemasan kue dilengkapi dengan label dan nomor kontak, sehingga memudahkan pelanggan untuk memesan kembali.
Mereka juga memperhatikan kualitas dan higienitas, mulai dari pemilihan bahan baku lokal hingga proses pengemasan, sehingga mampu membangun kepercayaan pelanggan.
Perjalanan usaha mereka tidak selalu mulus. Beberapa kali mengalami kerugian ketika bahan baku naik harga atau pesanan menurun saat musim sepi. Namun berkat kegigihan dan kerja keras, Anisah Nur dan Anisah Kue pernah dipercaya untuk menerima pesanan kue di berbagai acara besar, seperti seminar universitas, pelatihan pemerintah daerah, bahkan hajatan massal.
"Kami percaya, usaha kecil bisa berkembang jika dijalankan dengan niat tulus, usaha keras, dan rasa syukur." — Anisah Nur
Tahun 2022, usaha Anisah Kue meraih penghargaan sebagai UMKM Inspiratif dari Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Tengah. Kuncinya adalah konsistensi menjaga rasa dan inovasi menu sesuai selera konsumen.
Tidak hanya untuk keluarga sendiri, usaha Anisah Kue telah memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya ibu-ibu rumah tangga di lingkungan mereka. Anisah Nur membuka kesempatan pelatihan gratis untuk siapa saja yang ingin belajar membuat kue. Beberapa di antaranya kini menjadi mitra atau reseller produk, sehingga tercipta lapangan kerja baru.
Bagi para pelaku UMKM di bidang kuliner, berikut beberapa tips sukses yang dibagikan oleh Anisah Nur dan Anisah Kue:
Anisah Nur dan Anisah Kue berharap dapat melebarkan sayap dengan membuka toko fisik di pusat kota Palangka Raya dan memperbanyak reseller di kota-kota lain di Kalimantan. Mereka juga bercita-cita menjadikan produk kue khas Kalimantan Tengah semakin dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional, sebagai kue premium yang berasal dari Borneo.
Kisah mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Dengan kreativitas, ketekunan, serta kemauan belajar, usaha yang dimulai dari rumah bisa tumbuh menjadi bisnis yang membanggakan.
Kisah Anisah Nur dan Anisah Kue membuktikan bahwa peran perempuan dalam memajukan ekonomi keluarga dan daerah sangatlah besar. Dari dapur kecil yang sederhana, mereka berhasil menumbuhkan usaha berbasis kearifan lokal hingga tumbuh menjadi inspirasi kemajuan UMKM di Kalimantan Tengah.
Semoga kisah ini dapat menjadi motivasi bagi siapapun yang hendak memulai usaha kecil, khususnya di bidang kuliner, untuk terus berusaha, pantang menyerah, dan tidak lupa berbagi dengan sesama.